Pengaruh Operasional Klinik Sofia Medika Terhadap Kinerja Jalan Di Kecamatan Selopuro Blitar
Abstract
Peningkatan aktivitas masyarakat di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, khususnya akibat operasional Klinik Sofia Medika, menyebabkan lonjakan volume kendaraan dan berdampak terhadap kinerja jalan di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi LHR selama 7 hari, analisis geometrik jalan, pengukuran kapasitas berdasarkan MKJI 1997, serta penyebaran kuesioner kepada 50 responden. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi mencapai 809,75 smp/jam pada hari Sabtu pukul 15.00.– 16.00. Kapasitas jalan yang tersedia sebesar 1.866,0108 smp/jam menghasilkan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,433 yang mendekati batas pelayanan maksimal. Jumlah kendaraan keluar-masuk Klinik Sofia Medika per hari mencapai rata-rata 263 kendaraan. Hambatan samping tergolong tinggi dengan lebih dari 500 kejadian per 200 meter per jam, yang menyebabkan penurunan efisiensi lajur lalu lintas. Dari hasil kuesioner, 70% responden menilai bahwa klinik berkontribusi terhadap kemacetan, meskipun mayoritas juga menganggap akses menuju klinik cukup baik. Kendati pengaturan lalu lintas dinilai cukup memadai, sarana pendukung seperti rambu dan marka jalan masih belum memenuhi standar optimal. Secara keseluruhan, keberadaan Klinik Sofia Medika memang memberikan pengaruh yang terbatas namun cukup berarti terhadap performa lalu lintas setempat.



