Pemodelan Regresi dalam Menentukan Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Penyalahgunaan Narkoba
Abstract
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) merupakan ancaman serius bagi Kabupaten Blitar. Dampak penyalahgunaan narkoba mencakup penurunan produktivitas, peningkatan angka kriminalitas, serta beban ekonomi dan sosial yang signifikan bagi keluarga dan masyarakat. Beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar seperti Ponggok, Garum, Talun, dan Srengat mencatat angka yang relatif tinggi, sementara kecamatan lain seperti Bakung, Wates, dan Kesamben memiliki angka yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap angka penyalahgunaan narkoba yaitu jumlah sekolah (X1), luas daerah (X2), jumlah penduduk (X3), dan jumlah tempat ibadah (X4) dan jumlah pekerja migran (X5)di Kabupaten Blitar. Dengan menggunakan pendekatan Analisis Regresi Berganda diperoleh model yaitu . Berdasarkan model regresi yang didapat, sebesar 69% faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyalahgunaan narkoba dapat dijelaskan oleh variabel jumlah sekolah (X1), dan jumlah pekerja migran (X5). Sedangkan 31% dapat dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Rata-rata kesalahan regresi diperoleh sebesar 1.34.



