Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jpip <p><strong>Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan</strong> adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Jurnal ini terbit dalam versi cetak dan versi elektronkik (<em>online</em>) yang terbit 4 (empat) kali dalam setahun yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.&nbsp;Jurnal ini menerima artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Baik pendidikan formal, informal, dan non formal. Adapun ruang lingkup jurnal ini adalah seluruh rumpun disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran yang diperuntukkan bagi para akademisi, praktisi, dan <em>stake holder </em>pendidikan yang ingin mempublikasikan dan mengembangkan hasil penelitian dan pemikirannya untuk pengembangan dan kemajuan dunia pendidikan.</p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar en-US Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan 2807-6745 Analisis Spasial Budidaya Lebah Galo-Galo untuk Pengembangan Potensi di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jpip/article/view/2208 <p>Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui dan menganalisis sebaran budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (2) untuk mengetahui dan menganalisis keterjangkauan budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (3) untuk mengetahui dan menganalisis potensi pengembangan budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok.</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Adalah deskriptif Kuantitatif spasial. Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah yang terdapat budidaya lebah galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel seluruh wilayah di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat.</p> <p>Hasil dari penelitian ini menunjukan 1). Sebaran Budidaya Lebah Galo-Galo diketahui bahwa terdapat 26 pembudidaya lebah madu di Nagari yang tersebar di 5 jorong, yaitu Jorong Mudik terdapat 17 pembudidaya, Jorong Sopan Balai terdapat 4 pembudidaya, Jorong Sawah Kasik terdapat 2 pembudidaya, Jorong Datar terdapat 2 pembudidaya, dan Jorong Penjalangan terdapat 1 pembudidaya. Jorong Mudik merupakan wilayah dengan jumlah stup terbanyak, yaitu sebanyak 150 stup. Jorong Sopan Balai dengan jumlah 93 stup, dan Jorong Datar sebanyak 10 stup. Jorong Sawah Kasik memiliki 14 stup, dan Jorong Penjalangan memiliki 10 stup. 2). Keterjangkauan Budidaya Lebah Galo-Galo diketahui bahwa di Jorong Datar, total luas lahan yang tercakup sebesar 72,89 hektar dengan hutan seluas 38,72 hektar, sementara di Jorong Mudik mencapai 403,95 hektar dengan hutan seluas 335,19 hektar di Jorong Penjalangan, luas keterjangkauan mencapai 92,83 hektar dengan hutan seluas 61,98 hektar, dan di Jorong Sawah Kasik seluas 46,29 hektar dengan hutan 32,80 hektar di Jorong Sopan Balai, total keterjangkauan sebesar 113,28 hektar dengan hutan seluas 56,97 hektar. 3). Potensi Pengembangan Budidaya Lebah Galo-Galo menunjukkan variasi pemanfaatan lahan budidaya antar jorong untuk mengetahui potensi pengembangan di Nagari Bukit Kandung . Dua jorong tergolong tinggi, dua sedang, dan satu rendah. Kategori Tinggi Sawah Kasik dan Mudik. Kategori Sedang Jorong Datar dan Sopan Balai Wilayah dengan pemanfaatan lahan cukup aktif namun masih memiliki ruang pengembangan. Kategori Rendah&nbsp; Jorong Penjalangan Wilayah dengan pemanfaatan lahan budidaya yang masih sangat rendah</p> Irfan Ranjani Dasrizal Dasrizal Arie Zella Putra Ulni ##submission.copyrightStatement## 2025-11-30 2025-11-30 5 4 203 210 10.28926/jpip.v5i4.2208 Paradigma Positivistik, Konstruktivistik, dan Pragmatik dalam Penelitian Pendidikan https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jpip/article/view/2293 <p>Artikel ini mengkaji tiga paradigma utama dalam penelitian pendidikan, yaitu positivistik, konstruktivistik, dan pragmatik, dengan fokus pada landasan ontologis, epistemologis, dan metodologis masing-masing. Menggunakan pendekatan studi konseptual, kajian ini memetakan karakteristik, kelebihan, serta keterbatasan setiap paradigma dan relevansinya dalam meningkatkan kualitas penelitian pendidikan. Paradigma positivistik menekankan objektivitas dan pendekatan kuantitatif untuk menemukan hukum sebab-akibat. Paradigma konstruktivistik berorientasi pada pemahaman mendalam makna dan pengalaman melalui metode kualitatif yang fleksibel. Sementara itu, paradigma pragmatik mengutamakan kebermanfaatan praktis dengan metode campuran yang adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemilihan paradigma yang tepat, disesuaikan dengan tujuan penelitian, dapat menghasilkan temuan yang valid, relevan, dan berdampak pada pengembangan pendidikan. Kajian ini memberikan panduan bagi peneliti untuk merancang penelitian yang reflektif dan responsif terhadap kebutuhan&nbsp;lapangan</p> Amilia Fitri Azka Izzati Suryani Maryam Dwi Lestari Sinta Niasti ##submission.copyrightStatement## 2025-11-30 2025-11-30 5 4 211 217 10.28926/jpip.v5i4.2293