Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm
<p> Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Jurnal ini terbit dalam versi cetak dan versi elektronkik (<em>online</em>). Jurnal ini terbit 4 (empat) kali dalam setahun yaitu bulan Maret, Juni, September dan Desember. Jurnal ini diperuntukkan bagi guru SD, SMP dan SMA serta para akademisi, praktisi, dan <em>stake holder </em>pendidikan yang ingin mempublikasikan dan mengembangkan hasil penelitian dan pemikirannya untuk pengembangan dan kemajuan dunia pendidikan.</p>Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitaren-USJurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah2807-8527Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif Terintegrasi Classpoint Pada Materi Indonesiaku Kaya Budaya
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2237
<p>Pengembangan Media Pembelajaran PowerPoint Interaktif Terintegrasi ClassPoint Pada Materi Indonesiaku Kaya Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran PowerPoint interaktif yang terintegrasi ClassPoint pada materi “Indonesiaku Kaya Budaya” untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran PowerPoint interaktif terintegrasi ClassPoint sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Hal ini berdasarkan pada hasil validasi yang dilakukan validator diperoleh hasil akhir validasi media sebesar 96%, ahli bahasa sebesar 96%, ahli materi sebesar 81% dengan rata-rata hasil 91% yang dapat dikategorikan “Sangat Layak”. Serta berdasarkan hasil respon peserta didik yang memperoleh hasil sebesar 94% dan respon guru sebesar 98%, yang keduanya dapat dikategorikan “Sangat Baik” untuk digunakan dalam pembelajaran.</p>Tsaltsa Rizky NadhifahYudhie SuchyadiM Ginanjar Ganeswara
##submission.copyrightStatement##
2025-12-172025-12-175419920810.28926/jtpdm.v5i4.2237Pengembangan Multimedia Pembelajaran Menggunakan Smart Apps Creator 3 Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2242
<p>Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) dengan langkah-langkah penelitian dan pengembangan ADDIE dengan 5 tahapan yang terdiri atas tahap Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Nambo 02 dengan subjek penelitian kelas IV. Pengembangan media ini divalidasi oleh 3 validator yaitu ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil validasi dari aspek media sebesar 97%, aspek bahasa sebesar 96%, dan aspek materi sebesar 100% dengan kriteria sangat layak. Pada tahap uji cobamedia yang dilakukan kepada 38 peserta didik diperoleh respon sebesar 94%, sedangkan respon guru sebesar 95% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran menggunakan Smart Apps Creator 3 yang dikembangkan dalam penelitian terbukti layak digunakan pada saat pembelajara.</p>Fania Safa ArofaYuyun Elizabeth PatrasDesti Herawati
##submission.copyrightStatement##
2025-12-172025-12-175420921510.28926/jtpdm.v5i4.2242Kesenjangan Konseptual dan Prosedural Perpangkatan dan Akar: Studi Kasus Siswa Kelas VI JTA Imam An-Nawawi
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2251
<p>Penelitian <em>mixed methods</em> sekuensial eksplanatori ini mengkaji kesenjangan konseptual dan prosedural siswa kelas VI (JTA Imam An-Nawawi) pada materi perpangkatan dan penarikan akar. Desain ini menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Tes formatif dan angket persepsi yang diberikan kepada siswa digunakan untuk mengidentifikasi pola kesalahan dan tingkat penguasaan. Temuan kuantitatif tersebut kemudian dieksplorasi melalui wawancara dengan guru untuk menggali faktor pengaruh. Hasil menunjukkan rata-rata penguasaan perpangkatan jauh lebih rendah (54,54%) dibandingkan penarikan akar (67,27%). Analisis lebih lanjut mengungkap dominasi pemahaman instrumental dan kecenderungan <em>overconfidence</em> siswa sebagai akar masalah kesenjangan tersebut. Temuan ini mendukung perlunya intervensi yang menautkan prosedur dengan makna melalui pendekatan konkret–representasional–abstrak<em>, retrieval practice</em>, <em>worked examples</em> dengan <em>self-explanation</em>, dan penilaian berbasis justifikasi.</p>Sukainah Ibnata ImranRaudhatul JannahImelsa RahmadaniMuhammad FendrikCici Oktaviani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-172025-12-175421622510.28926/jtpdm.v5i4.2251Analisis Aktivitas Belajar Siswa Dalam Materi Perpangkatan dan Penarikan Akar di Sekolah Dasar Negeri 59 Pekanbaru
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2253
<p><span class="s19"><span class="bumpedFont17">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa kelas VI Sekolah Dasar terhadap konsep perpangkatan dan penarikan akar, serta kesulitan yang muncul dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 24 siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri 59 Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu memahami konsep dasar perpangkatan, siswa menunjukkan potensi yang baik dalam memahami konsep dasar apabila pembelajaran didukung dengan media konkret dan strategi yang bervariasi. Penggunaan pendekatan visual dan konsteksual dapat membantu siswa memperdalam hubungan antara perpangkatan dan penarikan akar. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan selaras dengan tahap perkembangan berpikir siswa sekolah dasar</span></span><span class="s19"><span class="bumpedFont17">.</span></span></p>Nazwa FiodelaAqillah Nafizah HerlyNadhira Hulwatu AnnurMuhammad FendrikCici Oktaviani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-172025-12-175422623110.28926/jtpdm.v5i4.2253Menganalisis Kesulitan Siswa Kelas VI Dalam Memahami Materi Persen Dan Strategi Pembelajaran
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2255
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami siswa kelas VI SD dalam belajar materi persen serta faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan tersebut. Penelitian ini melibatkan 27 siswa dengan menggunakan metode angket persepsi, pertanyaan terbuka, dan tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,3% siswa memahami persen sebagai pecahan dengan penyebut 100, tetapi hanya 25,9% siswa yang mampu menyelesaikan soal terkait diskon, dan 18,5% siswa yang bisa menghitung persentase dari suatu bilangan secara benar. Kesulitan utama yang ditemukan meliputi perbedaan pemahaman antara konseptual dan prosedural, kesulitan membedakan arti "persen dari" dan "persen sebagai" (yaitu 55,6% siswa), serta kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan konteks nyata (59,3% siswa). Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep persen, disarankan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis konkret-piktorial-abstrak, pembelajaran berbasis masalah kontekstual, dan strategi scaffolding bertahap.</p>Muhammad Dzakwan KhairiResti Faniza MLNadia PutriMuhammad FendrikCici Oktaviani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-172025-12-175423224110.28926/jtpdm.v5i4.2255Analisis Pemahaman Konsep Persen Terhadap Siswa Sekolah Dasar Di Kelas VI SD Negeri 180 Pekanbaru
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2256
<p>Persen merupakan cabang materi matematika yang digunakan untuk menyatakan bagian dari 100 sebagai Satuan dengan Simbol “%” dan sangat sering ditemukan dalam Kehidupan sehari-hari, seperti dalam perhitungan diskon, pajak, dan bunga. Namun, terdapat beberapa Siswa Sekolah Dasar yang belum memahami konsep persen secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar dalam pemahaman konsep persen pada siswa kelas VI SD Negeri 180 Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasi langsung selama proses pembelajaran di kelas, wawancara kepada siswa, serta dokumentasi berupa catatan lapangan. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa kelas VI SD Negeri 180 Pekanbaru. Data yang terkumpul menunjukkan bahwa sebagaian besar siswa sudah memahami materi tentang persen. Namun, masih ditemukan beberapa kendala yang muncul. Kesulitan ini memengaruhi kepercayaan diri mereka dalam penerapan konsep persen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam mengatasi kesulitan belajar persen, sehingga pembelajaran persen menjadi lebih efektif dan siswa lebih mudah memahami serta mahir dalam menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari.</p>Hawa CahayaniAudyna SazriyahMuhammad Rayhan Afdi RamadhanMuhammad FendrikCici Oktaviani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-172025-12-175424224710.28926/jtpdm.v5i4.2256Kesulitan Siswa Dalam Pembelajaran Bilangan Bulat Di SDN 41 Pekanbaru
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2262
<p>Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas enam mengalami kesulitan memahami penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Mereka lemah dalam konsep, sering salah membaca tanda positif–negatif, dan memiliki keterbatasan literasi. Karena metode tradisional kurang efektif, media visual dan aktivitas interaktif disarankan untuk meningkatkan pemahaman.</p>Laila ApipiaRakhelian FriskySelvi Eliana PutriMuhammad FendrikCici Oktaviani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-172025-12-175424825310.28926/jtpdm.v5i4.2262Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Fisika melalui Pendekatan STEM, Simulasi PhET, dan Evaluasi Berbantuan AI
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2265
<p>Kebutuhan mendesak untuk melatih Keterampilan Abad Ke-21, di mana berpikir kreatif siswa masih rendah pada pembelajaran Fisika. Solusi yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan Pendekatan STEM dalam tiga siklus yaitu eksplorasi PhET, proyek membuat magnet, dan evaluasi hasil proyek dengan bantuan AI (ChatGPT) untuk refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi STEM, PhET, dan umpan balik AI secara sinergis efektif meningkatkan aspek fluency, flexibility, dan originality berpikir kreatif siswa. Kesimpulan menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran ini merupakan inovasi efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam materi Fisika abstrak.</p>Bening Puspa DewiI Made AstraFirmanul Catur Wibowo
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185425426310.28926/jtpdm.v5i4.2265Analisis Kesulitan Siswa dalam Memahami Operasi Bilangan Bulat di Kelas VI SDN 41 Pekanbaru
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2268
<p>Tingkat pemahaman siswa yang rendah terhadap operasi bilangan bulat menyebabkan hambatan dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip matematika dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bentuk dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan bagi siswa kelas 6 di SDN 41 Pekanbaru dalam memahami operasi bilangan bulat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan 25 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang mencakup pengurangan data, pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi 64% kesulitan faktual, 28,8% kesulitan konseptual, dan 7,2% kesulitan operasional. Kesalahpahaman tentang bilangan negatif dan kesalahan dalam menerapkan aturan tanda pada operasi campuran merupakan kesulitan yang paling menonjol. Faktor-faktor utama yang berkontribusi adalah pemahaman yang lemah terhadap konsep dasar, ketidakhati-hatian dalam membaca soal, dan metode pembelajaran yang tidak relevan dengan konteks. Disarankan agar pendidik meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui latihan yang ditargetkan, penggunaan media konkrit, dan penerapan pendekatan kontekstual yang menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.</p>Raya NabillaDewi Ayu LestariInayah HafizahMuhammad FendrikCici Oktaviani
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185426427010.28926/jtpdm.v5i4.2268Peningkatan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Metode Eksperimen pada Peserta Didik di SMP Negeri 127 Jakarta
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2277
<p>This classroom action research aims to enhance students’ science process skills (SPS) in Class VIIIA of SMP Negeri 127 Jakarta through the experimental method. Observations indicated low SPS due to teacher-centered learning. Conducted over three cycles, the stages of experimental method are problem identification, hypothesis formulation, experiment design, data collection, analysis, and conclusion. Results showed an increase in the average SPS score from 64 (cycle I) to 82 (cycle III) based observations, supported by worksheet analysis. This Research concludes that the experimental method effectively improves students’ science process skills in learning the topic of Energy.</p>Hartining TyasI Made Astra
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185427127610.28926/jtpdm.v5i4.2277Penulis disarankan untuk memperluas cakupan data dan melakukan analisis yang lebih rinci pada studi selanjutnya.
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2284
<p>Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan keterampilan proses sains peserta didik melalui penerapan model <em>discovery learning</em> pada materi pengukuran. Penelitian menggunakan desain PTK tiga siklus dengan model Kemmis dan McTaggart meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X.3 SMA Islam Al Azhar 4 Bekasi yang memiliki tingkat keterampilan proses sains yang rendah. Aspek keterampilan proses sains yang diteliti adalah eksperimen, pengumpulan data, analisis data, komunikasi ilmiah, kolaborasi dan penggunaan alat digital. Dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran <em>discovery learning </em>dengan sintaks yaitu: stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keterampilan proses sains dan Lembar Kerja Peserta Didik. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah apabila 70% peserta didik mampu melakukan eksperimen, pengumpulan data, analisis data, komunikasi ilmiah, kolaborasi dan penggunaan alat digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I keterampilan proses sains siswa mencapai 16%, siklus II meningkat menjadi 62%, serta pada siklus III menjadi 87%. Perolehan nilai LKPD pada tiap aspek keterampilan proses sains siklus III adalah: eksperimen 90 (sangat baik), pengumpulan data 90 (sangat baik), analisis data 92 (sangat baik), komunikasi ilmiah 86 (baik), kolaborasi 88 (baik) dan penggunaan alat digital (baik). Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat peningkatan keterampilan proses sains dengan menggunakan model pembelajaran <em>discovery learning </em>pada materi pengukuran.</p>I Made AstraElis Winarsih
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185427728510.28926/jtpdm.v5i4.2284Peningkatan Representasi Vektor dan Induksi Magnet Siswa XII SMA Kanisius berbasis PjBL
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2285
<p>Materi induksi medan magnet sering dianggap sulit karena bersifat abstrak dan menuntut kemampuan menggambarkan arah medan serta memahami perubahan fluks magnet. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan representasi vektor dan pemahaman konsep induksi medan magnet melalui penerapan Project-Based Learning (PjBL) secara bertahap pada siswa kelas XII SMA Kanisius Jakarta. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas pretest–posttest, observasi pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian produk proyek. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang berarti pada kedua aspek. Ketuntasan belajar meningkat dari 69,24% pada pra-siklus menjadi 96,75% setelah Siklus III, dengan nilai N-Gain 0,92 (kategori tinggi). Peningkatan terjadi setelah siswa mendapatkan bimbingan representasi vektor, pembagian peran yang jelas dalam kelompok, serta pendampingan guru dalam menghubungkan hasil eksperimen dengan penjelasan konsep. Temuan ini menunjukkan bahwa PjBL efektif untuk membantu siswa memahami konsep induksi magnet secara lebih konkret dan aplikatif.</p>Heru Pambudi YuwonoI Made AstraFirmanul Catur Wibowo
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185428629110.28926/jtpdm.v5i4.2285Penerapan Metode Think Pair Share Berbasis Emotion Regulation untuk Menurunkan Physics Anxiety dan Meningkatkan Pemahaman Konsep Murid
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2286
<p>Fisika sering dianggap mata pelajaran sulit oleh murid, hal ini memicu kecemasan <em>(physics anxiety</em>) yang menghambat pemahaman konsep. Observasi di SMAN 1 Gunung Kencana menunjukkan siswa merasa khawatir dan kurang percaya diri. Untuk mengatasi hal ini, diterapkan metode <em>Think-Pair-Share</em> berbasis <em>Emotion Regulation</em>. Hasilnya, setelah siklus III, kategori kecemasan sangat tinggi hilang, dan kecemasan tinggi turun menjadi 8%. Pemahaman konsep siswa juga meningkat, dengan 20% mencapai level tertinggi. Metode ini terbukti efektif menurunkan kecemasan dan meningkatkan pemahaman konsep fisika.</p>Rosiyanah RosiyanahI Made Astra
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185429230010.28926/jtpdm.v5i4.2286Integrasi Simulasi Digital Dalam Pembelajaran Energi Baru Terbarukan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Murid SMK
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2287
<p>Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid kelas X SMKN 1 Ciomas melalui integrasi simulasi digital pada pembelajaran Energi Baru Terbarukan. Masalah berawal dari rendahnya kemampuan analisis dan penalaran murid dalam memahami konsep EBT. Solusi yang ditawarkan ialah penggunaan simulasi digital berbasis TPACK yang memungkinkan murid mengeksplorasi fenomenan energi secara interaktif. Penelitian dilakukan menggunakan PTK dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan observasi, analisis data simulasi, dan penyusunan kesimpulan ilmiah.</p>Riyana HermadianaI Made AstraFirmanul Catur Wibowo
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185430130510.28926/jtpdm.v5i4.2287Pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk Energi Terbarukan dan Pembelajaran Berkelanjutan
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2288
<p>Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan menganalisis perkembangan dan implementasi <em>Internet of Things (IoT)</em> dalam mendukung pengelolaan <strong>e</strong>nergi terbarukan serta pembelajaran berkelanjutan. Berdasarkan analisis terhadap 20 jurnal ilmiah internasional dan nasional yang diterbitkan antara tahun 2016–2024, ditemukan bahwa IoT berperan penting dalam meningkatkan efisiensi sistem energi surya, pertanian cerdas, serta efektivitas pembelajaran berbasis proyek. Penerapan IoT dalam sistem energi surya terbukti mampu meningkatkan efisiensi konversi daya hingga 7%, mengurangi latensi transmisi hingga 90%, dan menurunkan biaya pemeliharaan. Dalam pendidikan, IoT terbukti memperkuat literasi teknologi dan kesadaran keberlanjutan siswa melalui pembelajaran berbasis proyek (<em>Project-Based Learning</em>) yang relevan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian ini menegaskan bahwa IoT berpotensi besar untuk menjadi penggerak utama dalam transformasi energi bersih dan pendidikan berorientasi masa depan.</p>Riyana HermadianaLukman El HakimRizhal Hendi Risanto
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185430631210.28926/jtpdm.v5i4.2288Peningkatan Kemampuan Argumentasi Ilmiah Melalui Model Project Based Learning Berbasis STEAM Pada Materi Pesawat Sederhana
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2291
<p>Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa kelas VIII SMP Labschool Kebayoran melalui penerapan Project Based Learning berbasis STEAM (PjBL-STEAM) pada materi pesawat sederhana. Model argumentasi Claim–Evidence–Reasoning (CER) digunakan untuk mengukur kualitas argumen ilmiah. Penelitian dilaksanakan dengan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart dalam tiga siklus. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes CER, lembar observasi, dan dokumentasi proyek. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah pada setiap siklus, ditunjukkan oleh nilai N-gain: Siklus I = 0,26 (kategori rendah), Siklus II = 0,45 (kategori sedang), dan Siklus III = 0,71 (kategori tinggi). Aspek claim konsisten meningkat, evidence mengalami peningkatan signifikan setelah penggunaan alat terkalibrasi dan simulasi PhET, sedangkan reasoning meningkat setelah diberi scaffolding eksplisit. PjBL-STEAM terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas argumen ilmiah siswa dan mendukung keterampilan abad 21 pada pembelajaran IPA.</p>Ramdhani PurnomoI Made AstraFirmanul Catur Wibowo
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185431331810.28926/jtpdm.v5i4.2291Penerapan Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Menggunakan Simulasi PhET pada Materi Elektromagnetik
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2294
<p>Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep elektromagnetik siswa, esensial untuk mendukung Keterampilan Abad 21 seperti penalaran kritis. Model Inkuiri Terbimbing diintegrasikan dengan Simulasi PhET melalui tiga siklus progresif: eksplorasi dasar, analisis hubungan variabel, dan pemecahan masalah kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep siswa. Ketuntasan klasikal meningkat dari 10% (pra-siklus) menjadi 90% (Siklus III), dengan N-Gain mencapai 55% (kategori tinggi), membuktikan efektivitas tindakan dalam mengkonstruksi konsep yang mendalam dan fungsional.</p>Kautsar Falah ZafiraI Made AstraFirmanul Catur Wibowo
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185431932410.28926/jtpdm.v5i4.2294Implementasi Efektifitas Metode Guided Inquiry dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Pengukuran Fisika
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2296
<p>Keterampilan proses sains siswa pada materi pengukuran fisika masih rendah akibat pembelajaran <em>teacher-centered</em>. Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart menganalisis efektivitas <em>guided inquiry</em> terhadap 25 siswa dalam tiga siklus. Data dikumpulkan melalui <em>pretest, posttest</em>, dan observasi, dianalisis dengan statistik deskriptif dan N-gain. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dengan N-gain rata-rata 0,732 (kategori tinggi): S1 meningkat 34,16 poin (N-gain 0,664), S2 meningkat 29,48 poin (N-gain 0,715), S3 meningkat 9,04 poin (N-gain 0,817). <em>Guided inquiry</em> terbukti sangat efektif meningkatkan keterampilan proses sains siswa melalui scaffolding terstruktur</p>Siti Imas MasitohI Made AstraFirmanul Catur Wibowo
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185432533510.28926/jtpdm.v5i4.2296Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Pada Materi Getaran Dan Gelombang Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2297
<p>Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis (NKB) siswa MTs Raudhatul Muta’allimin pada materi Getaran dan Gelombang. Studi awal menunjukkan NKB siswa rendah, khususnya dalam menafsirkan hubungan antarvariabel fisika. Intervensi dilakukan dalam tiga siklus menggunakan model Inkuiri Terbimbing berbantuan Simulasi PhET. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VIII. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan NKB rata-rata kelas dari 57% (Pre-Test Siklus I) menjadi 90% (Post-Test Siklus III), memindahkan kategori siswa dari Cukup Kritis menjadi Sangat Kritis. Efektivitas tindakan dibuktikan dengan Normalized Gain (N-Gain) total sebesar 0,545, yang dikategorikan Sedang. Disimpulkan bahwa integrasi Inkuiri Terbimbing dan Simulasi PhET sangat efektif dalam mengembangkan NKB siswa dan mendukung kompetensi abad ke-21.</p>Alya ZulfaI Made Astra
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185433634210.28926/jtpdm.v5i4.2297Peningkatan Keterampilan Argumentasi Ilmiah Model Guided Discovery Learning Berbasis Eksperimen Phyphox pada Materi Gerak Lurus
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2298
<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik kelas VIII pada materi Gerak Lurus melalui model Guided Discovery Learning yang diintegrasikan dengan eksperimen berbantuan aplikasi Phyphox. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam tiga siklus di SMP Labschool Kebayoran. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, dan analisis LKPD yang berisi output grafik Phyphox. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan argumentasi ilmiah yang signifikan, diukur berdasarkan komponen Klaim, Bukti, dan Alasan (KBA). Pada Siklus I, rata-rata capaian KBA adalah 53,7% (Kurang). Setelah perbaikan dengan <em>scaffolding</em> interpretasi grafik pada Siklus II, capaian meningkat menjadi 73,7% (Baik). Pada Siklus III, dengan penguatan diskusi reflektif berbasis data <em>Phyphox</em>, capaian mencapai 87,7% (Sangat Baik). Temuan ini mengindikasikan bahwa sintaks <em>Guided Discovery Learning</em> yang memanfaatkan <em>Phyphox</em> sebagai sumber bukti empiris efektif melatih peserta didik dalam membangun argumentasi ilmiah yang kokoh dan terstruktur.</p>Nurhidayanti Dg SungguhI Made Astra
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185434334810.28926/jtpdm.v5i4.2298Pemetaan Pemanfaatan dan Dampak Kecerdasan Artifisial Generatif dalam Pendidikan: Kajian Systematic Literature Review
https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/article/view/2299
<p>Penyebaran kecerdasan buatan generatif, khususnya ChatGPT, dalam sektor pendidikan sedang mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga menawarkan keuntungan potensial dan tantangan yang melekat. Investigasi ini berusaha untuk menggambarkan berbagai modalitas aplikasi, hasil yang menguntungkan, efek samping, serta kekurangan penelitian yang ada yang berkaitan dengan AI generatif dalam konteks pendidikan. Metodologi yang digunakan terdiri dari tinjauan literatur sistematis yang mencakup 42 artikel yang diindeks di Scopus. Temuan menunjukkan bahwa ChatGPT diterapkan dalam praktik pedagogis, evaluasi, pengalaman belajar yang disesuaikan, dan regulasi pembelajaran seseorang, menghasilkan efek afirmatif pada literasi kognitif, emosional, dan digital, di samping timbulnya risiko ketergantungan dan pengurangan kemampuan berpikir kritis. Studi ini menggarisbawahi perlunya pendekatan yang dikelola dengan hati-hati dan berkelanjutan untuk penggabungan teknologi AI generatif</p>Siti Imas MasitohLukman El HakimRizhal Hendi Ristanto
##submission.copyrightStatement##
2025-12-182025-12-185434935510.28926/jtpdm.v5i4.2299