Film Dokumenter Wayang Sarip sebagai Arsip Komunikasi Visual dan Ingatan Kolektif

  • M. Andi Fikri Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Joko Susilo Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Keywords: Film Dokumenter, Wayang Sarip, Komunikasi Visual, Dakwah Budaya, Arsip Digital

Abstract

Di era digital, dokumenter film berperan tidak hanya sebagai representasi realitas, tetapi juga
sebagai arsip komunikasi visual yang membentuk memori kolektif masyarakat. Penelitian ini
fokus pada film dokumenter Wayang Sarip, yang merekam pertunjukan wayang Jekdong
sebagai ekspresi budaya lokal Jawa Timur di luar arus utama tradisi keraton. Tujuan penelitian
adalah memahami bagaimana dokumenter ini berfungsi sebagai arsip visual sekaligus media
penyiaran nilai budaya dan spiritual dalam perspektif Komunikasi Penyusunan Islam. Metode
penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika visual dan observasi
digital. Adegan kunci, seperti tokoh wayang Sarip, ornamen, tata cahaya, dan iringan gamelan,
dianalisis sebagai unit tanda, sementara distribusi film di YouTube ditelaah untuk melihat
bagaimana arsip ini diterima publik. Validitas temuan diperkuat melalui triangulasi dengan
wawancara pembuat film dan telaah literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Wayang
Sarip berfungsi sebagai arsip hidup yang tidak hanya mendokumentasikan tradisi, tetapi juga
membuka ruang edukasi budaya bagi generasi muda. Selain itu, penelitian ini mengusulkan
konsep baru, yakni dokumenter sebagai arsip dakwah visual, yaitu praktik komunikasi yang
mengintegrasikan pelestarian budaya dengan penyiaran nilai moral dan spiritual dan film
dokumenter digital berpotensi menjadi medium strategi untuk melestarikan tradisi, literasi
budaya, sekaligus dakwah budaya di era digital.
Kata kunci: Film Dokumenter; Wayang Sarip; Komunikasi Visual; Dakwah Budaya; Arsip Digital

Published
2025-09-15