Wejangan Sunan Kalijaga kepada Sunan Tembayat

  • Arif Muzayin Shofwan Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Muh. Mirwan Hariri
  • M. Abdul Rouf
  • Fuad Ngainul Yaqin
Keywords: wejangan, sunan kalijaga, sunan tambayat

Abstract

Abstract

Sunan Kalijaga memiliki murid bernama Sunan Tembayat sebagai penerus keilmuannya. Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan ini membahas wejangan Sunan Kalijaga kepada Sunan Tembayat. Teknik analisanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah data sesuai dengan fokus penelitian. Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa beberapa wejangan Sunan Kalijaga kepada Sunan Tembayat, antara lain: (1) wejangan Patembayatan, yakni agar setiap orang tidak merasa sombong terhadap sesama, harus saling menghormati dan menghargai tanpa memandang perbedaan suku, bangsa, kulit, dan semacamnya; (2) wejangan Pambukaning Tata Malige Baitul Muharam, yakni  ilmu rasa (batin) yang berguna untuk merasakan empati terhadap semua lapisan masyarakat, tanpa memandang perbedaan agama, golongan, budaya, ras, dan semacamnya. Dengan empati menjadikan manusia tidak merasa ajarannya paling benar di hadapan Tuhan, sementara ajaran lainnya salah; (3) wejangan Sangkan Paraning Dumadi, yakni ilmu yang menjelaskan bahwa semua ini milik Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan; dan (4) wejangan Sekar Telon, yakni berupa: bunga mawar, artinya simbol dari berwarna-warna suku, budaya, agama, dan semacamnya; bunga kenanga, artinya bisa melakukan begini dan begitu; dan bunga kantil, artinya hendaknya selalu bergantung kepada Tuhan dan persatuan semua bangsa.

Kata kunci: Wejangan; Sunan Kalijaga; Sunan Tembayat

Published
2025-12-30
Section
Dakwah dan Penyiaran Islam