Mekomda: Media Komunikasi Dakwah https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/mekomda <p>Jurnal MEKOMDA : Media Komunikasi Dakwah merupakan jurnal Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Jurnal Media Komunikasi Dakwah menyediakan artikel ilmiah hasil penelitian empiris dan analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi, yang diharapkan berkontribusi dalam mengembangkan teori dan mengenalkan konsep-konsep baru di bidang komunikasi penyiaran Islam dalam perspektif yang luas; Dakwah dan Penyiaran Islam, Media, Komunikasi Politik, Jurnalistik, Public Speaking.</p> <p>Jurnal Media Komunikasi Dakwah terbit secara berkala dalam kurun waktu 6 bulan sekali yakni Februari dan Agustus. Diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia.</p> Universitas Nahdlatul Ulama Blitar en-US Mekomda: Media Komunikasi Dakwah Film Dokumenter Wayang Sarip sebagai Arsip Komunikasi Visual dan Ingatan Kolektif https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/mekomda/article/view/2206 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Di era digital, dokumenter film berperan tidak hanya sebagai representasi realitas, tetapi juga </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">sebagai arsip komunikasi visual yang membentuk memori kolektif masyarakat. Penelitian ini </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">fokus pada film dokumenter Wayang Sarip, yang merekam pertunjukan wayang Jekdong </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">sebagai ekspresi budaya lokal Jawa Timur di luar arus utama tradisi keraton. Tujuan penelitian </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">adalah memahami bagaimana dokumenter ini berfungsi sebagai arsip visual sekaligus media </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">penyiaran nilai budaya dan spiritual dalam perspektif Komunikasi Penyusunan Islam. Metode </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika visual dan observasi </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">digital. Adegan kunci, seperti tokoh wayang Sarip, ornamen, tata cahaya, dan iringan gamelan, </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">dianalisis sebagai unit tanda, sementara distribusi film di YouTube ditelaah untuk melihat </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">bagaimana arsip ini diterima publik. Validitas temuan diperkuat melalui triangulasi dengan </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">wawancara pembuat film dan telaah literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Wayang </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sarip berfungsi sebagai arsip hidup yang tidak hanya mendokumentasikan tradisi, tetapi juga </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">membuka ruang edukasi budaya bagi generasi muda. Selain itu, penelitian ini mengusulkan </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">konsep baru, yakni dokumenter sebagai arsip dakwah visual, yaitu praktik komunikasi yang </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">mengintegrasikan pelestarian budaya dengan penyiaran nilai moral dan spiritual dan film </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">dokumenter digital berpotensi menjadi medium strategi untuk melestarikan tradisi, literasi </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">budaya, sekaligus dakwah budaya di era digital. </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci: Film Dokumenter; Wayang Sarip; Komunikasi Visual; Dakwah Budaya; Arsip Digital</span></span></p> M. Andi Fikri Joko Susilo ##submission.copyrightStatement## 2025-09-15 2025-09-15 4 2 1 6 10.28926/mekomda.v4i2.2206