Proses Transisi Dari Fear Of Missing Out (FOMO) Menuju Joy Of Missing Out (JOMO) Melalui Penerapan Digital Detox Pada Mahasiswa UIN Walisongo

  • Maulana Azis Bahrudin Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
  • Abdullah Azzam Al Afghani Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
Keywords: Digital Detox, FOMO, JOMO, Kesehatan Mental, Mahasiswa

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika psikologis mahasiswa dalam menghadapi kecanduan media sosial melalui lensa transisi dari Fear of Missing Out (FOMO) menuju Joy of Missing Out (JOMO). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan dari enam mahasiswa UIN Walisongo yang menjalani praktik digital detox. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa FOMO di kalangan mahasiswa bermanifestasi sebagai gangguan kecemasan yang berinteraksi dengan konflik nilai spiritual. Proses transisi melalui digital detox ditemukan berlangsung fluktuatif, diawali dengan fase resistensi (withdrawal) yang kemudian dapat diatasi melalui strategi koping religius dan dukungan lingkungan. JOMO bukanlah penolakan terhadap teknologi, melainkan sebuah kompetensi regulasi diri untuk mendapatkan kembali otonomi atensi, meningkatkan kualitas hubungan interpersonal yang autentik, dan mencapai kesejahteraan psikospiritual. Temuan ini menyarankan perlunya integrasi literasi digital dengan pendekatan nilai-nilai spiritual dalam menangani kesehatan mental mahasiswa di era digital.

Published
2026-01-15
How to Cite
Bahrudin, M., & Al Afghani, A. (2026). Proses Transisi Dari Fear Of Missing Out (FOMO) Menuju Joy Of Missing Out (JOMO) Melalui Penerapan Digital Detox Pada Mahasiswa UIN Walisongo. Psycho Aksara : Jurnal Psikologi, 4(1), 13-26. https://doi.org/10.28926/psychoaksara.v4i1.2560