https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/pyschoaksara/issue/feed Psycho Aksara : Jurnal Psikologi 2026-02-03T08:12:22+00:00 Hengki Hendra Pradana hengkihendra007@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal <em>Psycho Aksara</em> : Jurnal Psikologi</strong> menerima naskah penelitian terkait pengembangan dalam bidang ilmu Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri dan organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Agama, Psikologi Perkembangan dan Psikologi Konseling, Jurnal <em>Psycho Aksara</em> terbit satu tahun dua kali yaitu bulan Januari dan Juli. Diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Agama Islam bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia.</p> https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/pyschoaksara/article/view/2559 Persepsi Karyawan Terhadap Kesejahteraan Psikologi (Psychological Well-Being) di Lingkungan Kerja 2026-01-26T06:47:49+00:00 Putri Namia putrinamia2019@gmail.com Sri Nurhayati Selian seliansrinurhayati@gmail.com <p>Kesejahteraan psikologis di tempat kerja semakin menjadi perhatian utama seiring dengan kesadaran organisasi akan perannya yang vital dalam meningkatkan produktivitas karyawan, kepuasan kerja, dan kinerja organisasi secara keseluruhan. Karyawan yang memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi cenderung menunjukkan tingkat keterlibatan, ketahanan, dan komitmen yang lebih tinggi, sedangkan subjek yang mengalami stres, kurang dukungan, atau beban kerja berlebihan seringkali mengalami penurunan motivasi dan kelelahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi karyawan tentang kesejahteraan psikologis di tempat kerja menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan karyawan Klise <em>Caffe</em> di Banda Aceh sebanyak 3 orang. Subjek telah bekerja selama satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memandang kesejahteraan psikologis berasal dari lingkungan kerja yang nyaman, mendapatkan dukungan dari atasan dan teman kerja, semua tim bertangung jawab dalam melaksanakan tugasnya dan saling menjaga suasana di tempat kerja agar mood tim dalam bekerja baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan psikologis karyawan terbentuk melalui lingkungan kerja yang nyaman, adanya dukungan sosial dari atasan maupun rekan kerja, serta tanggung jawab dan kerja sama tim yang baik. Suasana kerja yang harmonis dan saling mendukung berperan penting dalam menjaga mood positif karyawan, sehingga mampu meningkatkan motivasi dan kinerja di tempat kerja.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/pyschoaksara/article/view/2560 Proses Transisi Dari Fear Of Missing Out (FOMO) Menuju Joy Of Missing Out (JOMO) Melalui Penerapan Digital Detox Pada Mahasiswa UIN Walisongo 2026-01-26T17:00:22+00:00 Maulana Azis Bahrudin maulanaazismts123@gmail.com Abdullah Azzam Al Afghani abdullah_azzam@walisongo.ac.id <p>Penelitian ini mengeksplorasi dinamika psikologis mahasiswa dalam menghadapi kecanduan media sosial melalui lensa transisi dari <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) menuju <em>Joy of Missing Out</em> (JOMO). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan dari enam mahasiswa UIN Walisongo yang menjalani praktik <em>digital detox</em>. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa FOMO di kalangan mahasiswa bermanifestasi sebagai gangguan kecemasan yang berinteraksi dengan konflik nilai spiritual. Proses transisi melalui <em>digital detox</em> ditemukan berlangsung fluktuatif, diawali dengan fase resistensi (<em>withdrawal</em>) yang kemudian dapat diatasi melalui strategi koping religius dan dukungan lingkungan. JOMO bukanlah penolakan terhadap teknologi, melainkan sebuah kompetensi regulasi diri untuk mendapatkan kembali otonomi atensi, meningkatkan kualitas hubungan interpersonal yang autentik, dan mencapai kesejahteraan psikospiritual. Temuan ini menyarankan perlunya integrasi literasi digital dengan pendekatan nilai-nilai spiritual dalam menangani kesehatan mental mahasiswa di era digital.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/pyschoaksara/article/view/2561 Pengaruh Grit terhadap Fear of Failure pada Fresh Graduate di Universitas Negeri Padang yang Mencari Kerja 2026-01-28T14:06:21+00:00 Amanda Septriana septrianaamanda@gmail.com Silvi Juwita silvijuwita@fpk.unp.ac.id <p>Masa transisi dari perguruan tinggi ke dunia kerja pada fresh graduate dihadapkan dengan tuntutan psikologis yaitu sulit bersaing dengan pencari kerja, sedikit lapangan pekerjaan, kurang memiliki mental yang kuat. Tingginya angka pengangguran, pengaruh AI menyebabkan persaingan dalam mencari pekerjaan. Adanya tuntutan tersebut menimbulkan <em>fear of failure</em>. Salah satu cara yang bisa mengurangi <em>fear of failure</em> yaitu <em>grit</em>. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh <em>grit</em> terhadap <em>fear of failure</em> pada <em>fresh graduate</em> di Universitas Negeri Padang yang mencari kerja. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel pada penelitian ini <em>fresh graduate</em> Universitas Negeri Padang yang mencai kerja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan memakai quota sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala likert yang disebarkan melalui <em>Google Form</em>. Analisis data yang digunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa grit berpengaruh dengan terhadap <em>fear of failure</em> dengan nilai R square sebesar 10,3 dan p &lt; 0.05 dengan arah hubungan positif. Artinya semakin tinggi <em>grit</em> maka semakin tinggi <em>fear of failure</em>.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/pyschoaksara/article/view/2569 Pengembangan Platform Konseling Mahasiswa Berbasis Sistem Informasi sebagai Inovasi Layanan Psikologis Kampus 2026-02-03T06:46:05+00:00 Shofwatun Amaliyah shofwamaliyah@gmail.com Puspita Puji Rahayu puspita.rahayu@unkartur.ac.id Dody Indra Sumantiawan dodyindrass@gmail.com <p>Peningkatan tuntutan akademik dan kompleksitas kehidupan mahasiswa berdampak pada meningkatnya masalah psikologis, khususnya stres akademik, kecemasan, dan kesulitan penyesuaian diri, menuntut perguruan tinggi untuk menyediakan layanan konseling yang adaptif dan mudah diakses.&nbsp;Namun, akses terhadap layanan konseling di perguruan tinggi masih terbatas oleh faktor waktu, stigma, dan ketersediaan tenaga profesional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi <em>platform</em> konseling mahasiswa berbasis sistem informasi sebagai inovasi layanan psikologis kampus. Penelitian menggunakan metode <em>mixed-method</em> evaluatif dengan desain <em>explanatory sequential</em>, yang diawali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif, kemudian diperdalam melalui data kualitatif.&nbsp;Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa yang menggunakan <em>platform</em> konseling serta 2 psikolog dan 1 konselor kampus. Pada tahap kuantitatif dilakukan pengukuran tingkat kegunaan, kepuasan, dan persepsi kebermanfaatan layanan pengguna <em>platform</em>. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman, kelebihan, dan tantangan implementasi <em>platform</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>platform</em> konseling memiliki tingkat penerimaan yang tinggi, dinilai mudah digunakan, serta efektif dalam meningkatkan akses layanan psikologis mahasiswa. Temuan kualitatif menguatkan hasil tersebut dengan&nbsp;menyoroti kemudahan akses, fleksibilitas layanan, serta potensi <em>platform</em> dalam memperluas jangkauan konseling, meskipun masih terdapat tantangan terkait penyempurnaan <em>platform</em> layanan, kesiapan pengguna dan etika layanan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>platform</em> konseling berbasis sistem informasi layak digunakan sebagai inovasi layanan psikologis kampus dengan rekomendasi penguatan regulasi, literasi digital, dan integrasi layanan luring.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/pyschoaksara/article/view/2577 Psikoedukasi Resiliensi sebagai Upaya Penguatan Psikologis Guru SLB: Studi Kualitatif 2026-02-03T07:37:19+00:00 Hanun Qothrunnada Mudiantoro hanunqmudiantoro@gmail.com Devi Puspitasari devi@untag-sby.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengikuti psikoedukasi resiliensi serta perubahan pemahaman mereka setelah pelatihan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal yang melibatkan tujuh guru SLB di Kabupaten Sidoarjo sebagai satu unit analisis. Intervensi dilaksanakan melalui satu sesi psikoedukasi berdurasi 90 menit yang memuat penyampaian materi, diskusi kelompok, latihan penerapan, dan refleksi pengalaman. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan proses, dan <em>pre–post test</em> yang dianalisis secara deskriptif menggunakan model evaluasi pelatihan Kirkpatrick Level 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori pemahaman “Sedang” sebelum intervensi, kemudian mengalami peningkatan skor setelah mengikuti pelatihan. Beberapa peserta berpindah ke kategori “Tinggi”, sementara peserta lainnya menunjukkan peningkatan skor meskipun tetap dalam kategori awal. Selain itu, proses intervensi menciptakan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan kesadaran reflektif mengenai strategi resiliensi yang lebih adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi resiliensi memberikan penguatan awal terhadap pemahaman peserta, meskipun diperlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan penerapan keterampilan secara konsisten dalam praktik kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya program penguatan psikologis bagi guru SLB sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan kerja.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>resiliensi, psikoedukasi, guru SLB, studi kasus, kesejahteraan psikologis.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/pyschoaksara/article/view/2578 Narrative Therapy dalam Menurunkan Kedukaan pada Dewasa Awal Pasca Kematian Kakak Kandung 2026-02-03T08:12:22+00:00 Muhammad Yusuf Al'anshar Tanjung myusufaltanjung@gmail.com Devi Puspitasari devi@untag-sby.ac.id <p>Kehilangan anggota keluarga akibat kematian dapat menimbulkan kedukaan mendalam, terutama pada individu dewasa awal yang sedang berada dalam fase transisi perkembangan menuju kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas <em>narrative therapy</em> dalam menurunkan tingkat kedukaan pada individu dewasa awal yang mengalami kehilangan kakak kandung. Penelitian menggunakan pendekatan <em>single subject research</em> (SSR) dengan desain eksperimen kasus tunggal. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 22 tahun yang mengalami kedukaan berkepanjangan pasca kematian kakak kandung. Intervensi <em>narrative therapy</em> dilaksanakan secara individual dalam lima sesi yang meliputi tahapan eksternalisasi masalah, eksplorasi cerita, <em>re-authoring</em>, <em>re-membering conversation</em>, dan <em>follow up</em>. Pengukuran tingkat kedukaan dilakukan menggunakan <em>Inventory of Complicated Grief</em> (ICG) pada tahap pra-intervensi, pasca-intervensi, dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor ICG secara signifikan dari kategori bermasalah menjadi tidak bermasalah. Secara kualitatif, subjek menunjukkan perubahan positif dalam memaknai kehilangan, mampu memisahkan identitas diri dari masalah kedukaan, mengenali kekuatan diri, serta membangun narasi hidup yang lebih adaptif dan bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>narrative therapy</em> efektif dalam membantu individu dewasa awal memproses kedukaan secara adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyoroti intervensi kedukaan pada konteks kehilangan saudara kandung, meskipun keterbatasan jumlah subjek menuntut penelitian lanjutan dengan desain dan sampel yang lebih luas.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##