Analisis Relevansi Tradisi Weton Pernikahan terhadap Keharmonisan Rumah Tangga: Studi Fenomenologi Desa Tumpang
Keywords:
Keharmonisan Rumah Tangga, Tradisi Weton Pernikahan, Masyarakat Jawa, Masyarakat Modern, FenomenologiAbstract
Dalam masyarakat Jawa, tradisi weton masih menjadi salah satu pertimbangan adat dalam menentukan kecocokan pasangan sebelum menikah. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tradisi weton pernikahan dengan keharmonisan rumah tangga pada masyarakat Jawa di era modern. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga keluarga. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pasangan suami istri bersuku Jawa yang menjadikan tradisi weton sebagai pertimbangan dalam pernikahan, telah menjalani pernikahan minimal lima tahun, memanfaatkan teknologi digital, bersedia berbagi pengalaman secara mendalam, dan berdomisili di Desa Tumpang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan memandang tradisi weton pernikahan tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan keharmonisan rumah tangga. Keharmonisan rumah tangga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti saling memahami, memiliki tujuan bersama, komunikasi yang efektif, saling percaya, empati, kejujuran, kemampuan menyelesaikan masalah, menjaga perasaan pasangan, serta saling memaafkan.


