Peningkatan Keterampilan Komunikasi Melalui Metode Bermain Edukatif Kontekstual pada Anak Berisiko Hambatan Intelektual

Authors

  • Munjiati Munjiati Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Mumpuniarti Mumpuniarti Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.28926/pej.v6i2.2845

Keywords:

kemampuan komunikasi, bermain edukatif, pembelajaran kontekstual, hambatan intelektual, pendidikan anak usia dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi anak TK Kelompok B yang berisiko mengalami hambatan intelektual melalui metode bermain edukatif kontekstual. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu anak dengan kemampuan komunikasi rendah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan bertahap pada kontak mata, respons terhadap sapaan, pemahaman instruksi sederhana, komunikasi verbal dan nonverbal, kemampuan bergiliran berbicara, serta inisiatif berkomunikasi. Pada siklus II, anak menunjukkan kepercayaan diri dan partisipasi komunikasi yang lebih baik. Metode bermain edukatif kontekstual terbukti efektif menciptakan pembelajaran yang bermakna sehingga meningkatkan kemampuan komunikasi anak.

References

Adam,J.(2014), Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana
Arikunto, S.(2017). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta
Bronson,P., & Merryman, A. (2023). The State of Play : K-12 Play and Learning. New York : Harper Education.
Efendi, M. (2008). Pengantar Psikopediagogig Anak Berkelainan. Jakarta : Bumi Aksara.
Hallahan, D.P., Kauffman,J.M., & Pullen, P.C (2012). Exceptional Learners: Instroduction to special Education. Boston : Pearson Education
Hallahan, D.P., & Kauffman,J.M. (2011). Exceptional Children : Introduction to Special Education. Boston : Pearson Education
Hardani. (2020). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta : Pustaka Ilmu.
Hardiansyah, H. (2013). Wawancara, observasi, dan Focus Groups Sebagai Instrumen Penggalian Data Kualitatif. Jakarta : Rajawali Pers.
Heward, W.L.(2013). Exceptional Children : An Introduction to Special Education. New Jersey : Pearson.
Heward, W.L.,& Wood,C.L (2021). Theaching Students with Intellectual Disabilities. Boston: Pearson.
Hurlock, E.B.(2018). Child Growth and Development. New York: McGraw-Hill.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The Action Research Planner. Singapore : Springer.
Kurniati, E.,& Mwariko, T. (2023). Pembelajaran Bermain Edukatif berbasis Kontektual dalam Pengembangan Kemampuan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 145-156.
Mangunsong, F.(2014). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: LPSP3 Universitas Indonesia.
Mastropieri, M.A., & Scruggs, T.E.(2018). The Inclusive Classroom: Strategies for Effective Differentiated Instruction. Boston: Pearson.
Misna, R.,& Pamungkas, A. (2025). Pengaruh Metode bermain Edukatif berbasis kontekstual terhadap kemampuan komunikasi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Inklusi, 10(1), 25-38.
Nunan,D. (2019). Second Languange Teching and Learning. Boston: Heinle & Heinle.
Odom,S.L., et al.(2023) structured play intervention for children with intellectual disabilities. Jaurnal of Early Childhood Intervention and Delelopment, 29(3), 274-289.
Owens, R.E.(2018). Languange Development: An Introduction. Boston: Pearson
Putra,A. (2016). Perkembangan Bahasa dan Komunikasi Anak. Bandung : Alfabeta.
Pyle, A., & Danniels, E. (2018). A continuum of play-based learning: The role of the teacher in play-based pedagogy. Early Education ad Delelopment, 29(3), 274-289.
Rahman, A., & Sari, D. (2021). Pentingnya observasi awal dalam penelitian Tindakan kelas pada Pendidikan anak usia dini. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(2). 88-97.
Rahmawati, I., & Nugroho, B. (2022). Analisis Perkembangan komunikasi anak melalui pembelajaran berbasis aktivitas. Jurnal Pendidikan Anak, 11(1), 50-62.
Santrock, J.W. (2011). Child Development. New York: McGraw-Hill Education
Santrock, J.W. (2020). Educational Psychology. New York: McGraw-Hill Education.
Sanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sari, M., Fitriyani, L., & Hidayah, R. (2023).efektivitas observasi prilaku dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Khusus, 19(1), 44-58.
Slamito. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Smith,D.D. (2007). Introduction to Special Education: Making a Diference. Boston: Pearson.
Somantri, T.S.(2007). Psikologi Anak Luar biasa. Bandung: Refika Aditama
Sugiono. (2014). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung:Alfabeta.
Susilo. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Suyadi. (2016). Psikologi Belajar Anak Usia Dini. Jakarta: Padagogia.
Suyanto, S. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.
Trawic-Smith,J. (2021). Early Childhood Development: A Multicultural Perspective. New York: Pearson.
Tomlinson, C.A., & McTighe, J. (2020). Integrating Differentiated Instruction and Uniderstanding by Design. Alexandria: ASCD.
Tulung, Y., & Wahyuningsih,D. (2025). Pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Dasar dan Anak, 9(1), 66-79.
Whitton, N. (2022). playfulLearning: Tols, Techniques, and tactics. London: Routledge.
Wortham, S., & Hardn, B. (2022). Assesment in Early Childhood Education. New York: Pearson.
Yuliana Nurani Sujiono. (2021). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.

Downloads

Published

2026-07-11

How to Cite

Munjiati, M., & Mumpuniarti, M. (2026). Peningkatan Keterampilan Komunikasi Melalui Metode Bermain Edukatif Kontekstual pada Anak Berisiko Hambatan Intelektual. Patria Educational Journal (PEJ), 6(2), 208–219. https://doi.org/10.28926/pej.v6i2.2845