Peran Konflik Keluarga dalam Meningkatkan Resiko Perilaku Bullying pada Remaja

  • Nur Kumala Sari Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • Nanik Kholifah Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
Keywords: Konflik Orang Tua–Anak, Bullying, Remaja, Keluarga, Perilaku Agresif

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik orang tua–anak terhadap perilaku bullying pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.500 siswa SMP, sedangkan sampel penelitian sebanyak 320 siswa yang ditentukan menggunakan teknik Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologis konflik orang tua–anak dan skala perilaku bullying yang disusun berdasarkan model skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik orang tua–anak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku bullying pada remaja. Semakin tinggi tingkat konflik yang terjadi antara orang tua dan anak, semakin tinggi pula kecenderungan remaja melakukan perilaku bullying. Sebaliknya, semakin rendah konflik orang tua–anak, semakin rendah pula kecenderungan perilaku bullying. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan antara orang tua dan anak memiliki peran penting dalam pembentukan perilaku sosial remaja. Oleh karena itu, upaya pencegahan bullying tidak hanya memerlukan intervensi dari pihak sekolah, tetapi juga perlu melibatkan keluarga melalui peningkatan komunikasi, dukungan emosional, dan penyelesaian konflik secara konstruktif.

Published
2026-07-15
How to Cite
Sari, N., & Kholifah, N. (2026). Peran Konflik Keluarga dalam Meningkatkan Resiko Perilaku Bullying pada Remaja. Psycho Aksara : Jurnal Psikologi, 4(2), 198-204. https://doi.org/10.28926/psychoaksara.v4i2.2865