Strategi Pembentukan Karakter Melalui Metode Pembiasaan Karakter Religius Di Mi An-Nur 2 Bululawang Malang

  • Akmal Putra Syarifudin Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Iqsan Aditya Pratama Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Azhar Bagar Amrulloh Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Keywords: Pembentukan Karakter, Metode Pembiasaan, MI An-Nur 2 Bululawang, Karakter Religius

Abstract

Pendidikan di tingkat dasar memegang peranan krusial dalam menginternalisasi karakter anak sejak usia dini. Pembentukan karakter yang efektif tidak sekedar mengandalkan penyampaian teori di kelas, melainkan harus di integrasikan melalui aktivitas keseharian yang konsisten. Menyadari hal tersebut, MI An-Nur mengadopsi metode pembiasaan sebagai instrumen utama untuk menanamkan nilai religius, disiplin, kemandirian, dan kepedulian sosial pada siswa. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji dan mendeskripsikan implementasi strategi pembentukan karakter siswa melalui penerapan metode pembiasaan di MI An-Nur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data bersumber dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data mencakup tahapan reduksi data, display data, hingga penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter melalui pembiasaan dapat dilakukan melalui empat pendekatan utama yaitu: strategi edukasi nilai, strategi modeling (keteladanan), strategi pengkondisian lingkungan, dan strategi penguatan positif. Strategi edukasi berfokus pada peningkatan pemahaman siswa tentang urgensi ibadah, sementara strategi modeling menekankan peran guru sebagai uswah hasanah. Strategi pengkondisian berfungsi untuk membangun atmosfer madrasah yang religius, sedangkan strategi penguatan positif bertujuan menanamkan konsistensi melalui apresiasi. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara pendidik dan budaya sekolah adalah faktor kunci keberhasilan pembentukan karakter yang berkelanjutan. Penerapan metode pembiasaan dinilai sukses membentuk kepribadian siswa secara bertahap dan berkesinambungan. Faktor penentu keberhasilan ini terletak pada konsistensi program serta daya dukung yang harmonis dari lingkungan sekolah dan keluarga
Published
2026-06-29