-
Vina Roudhotul Fadhila
Madrasah Aliyah Negeri 19 Jakarta
Keywords:
Bimbingan dan Konseling, Layanan Klasikal, Madrasah, Pembelajaran Sosial Emosional
Abstract
Pembelajaran di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan kompetensi sosial emosional sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Namun, masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti rendahnya kemampuan regulasi emosi, kepercayaan diri, komunikasi interpersonal, dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) melalui layanan klasikal bimbingan dan konseling berbasis pembiasaan di Madrasah Aliyah Negeri 19 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam kerangka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PSE ke dalam layanan klasikal dan budaya pembiasaan madrasah, seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, doa bersama, budaya 5S, serta kegiatan sosial keagamaan, mampu meningkatkan kesadaran diri, pengendalian emosi, kepedulian sosial, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Implementasi tersebut juga memperkuat fungsi layanan bimbingan dan konseling sebagai layanan preventif dan pengembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi PSE melalui layanan klasikal berbasis pembiasaan merupakan strategi efektif dalam membentuk karakter peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, madrasah disarankan mengembangkan kolaborasi seluruh warga sekolah agar implementasi PSE berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih optimal terhadap perkembangan peserta didik.